Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

GMNI Kupang dan Universitas Muhammadiyah Kupang, Diskusikan Nasib Mahasiswa Terdampak Bencana Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T11:11:36Z
Warek III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., bersama Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, serta jajaran pengurus DPC GMNI Kupang
Kupang | Detik Sarai — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kupang dan pihak Universitas Muhammadiyah Kupang berdiskusi kondisi dan nasib mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi di sejumlah Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Diskusi tersebut turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., bersama Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, serta jajaran pengurus DPC GMNI Kupang.


Dalam pertemuan tersebut, DPC GMNI Kupang menyampaikan sejumlah poin penting terkait kondisi mahasiswa yang khususnya berasal dari wilayah terdampak bencana gempa, Situasi pascabencana tidak hanya berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan pendidikan mahasiswa.


Selain bantuan kemanusiaan, GMNI Kupang juga mendorong pihak Universitas agar mempertimbangkan kondisi mahasiswa dan keluarga yang terdampak dalam menentukan kebijakan akademik maupun pembiayaan pendidikan.


Pihak Universitas Muhammadiyah Kupang menyampaikan bahwa upaya kemanusiaan telah dilakukan melalui penyaluran bantuan serta pengiriman tim relawan ke sejumlah wilayah terdampak. Seperti di Nagekeo dan Manggarai Timur menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian dan prioritas dalam penyaluran bantuan serta kegiatan kerelawanan.


Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., menyampaikan bahwa 


"Pihak rektorat akan segera melakukan koordinasi untuk membahas langkah dan kebijakan yang dapat diberikan kepada mahasiswa terdampak." Tuturnya


Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan bahwa dalam situasi bencana, keberpihakan terhadap mahasiswa dan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian bersama.


“Kami berharap pihak Universitas dapat mengambil kebijakan yang berperikemanusiaan dan memberikan ruang bagi mahasiswa terdampak untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh situasi yang sedang mereka hadapi. Bencana bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masa depan generasi muda,” Ujar Jacson Marcus.


GMNI Kupang juga telah menyurati sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang untuk meminta perhatian dan informasi terkait kondisi mahasiswa yang terdampak gempa, termasuk langkah dan kebijakan yang akan diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen GMNI Kupang untuk memastikan kondisi mahasiswa terdampak dapat terdata dan mendapatkan perhatian serius dari pihak kampus.


Hingga saat ini, data sementara yang berhasil dihimpun GMNI Kupang mencapai sekitar 400 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan terdampak bencana gempa. Data tersebut dihimpun secara cepat melalui Google Form yang telah disebarkan kepada mahasiswa. GMNI Kupang menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan di lapangan.


Pendataan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi GMNI Kupang dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus maupun pemangku kepentingan terkait, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang konkret, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan.


Red/AH