![]() |
| PERMASA - Kupang gelar diskusi bertema: “Peran Organisasi Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Menjadi Kunci Kemajuan Daerah” |
Kegiatan itu juga hadiri dua pemateri yakni salah satu senior mantan badan pengurus PERMASA - Kupang yang juga bagian dari kader GMKI Yohanis S. Radja Kana, pemateri kedua Ketua Umum PERMASA - Kupang Dominggus Dara, dan moderator, Ully Dabbo.
Dalam diskusi tersebut, berbagai persoalan serius di Sabu Raijua dan bagaimana peran Organisasi dalam meningkatkan SDM yang unggul yang manjadi kunci kemajuan sebuah daerah, terkhususnya Kabupaten Sabu Raijua.
Dalam paparan materi pertama, Yohanis S. Radja Kana, membahas dari berbagai sektor yang mempengaruhi SDM yang menjadi kunci kemajuan daerah khususnya Sabu Raijua.
Dimana dalam pembahasannya mengatakan kemajuan sebuah daerah ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang baik bukan saja hanya sumber kekayaan alam yang ada. Karena SDM yang berkualitas mampu mengelola potensi daerah secara efektif dan efisien serta tepat pada sasaran. Dengan terciptanya SDM dapat menciptakan inovasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk mencapai peningkatan kualitas SDM tersebut. Organisasi memiliki peran yang sangat penting walaupun organisasi di luar pemerintahan karena organisasi sebagai wadah pengembangan keterampilan, dan inovasi yang dikembangkan dengan skill yang didapatkan oleh mahasiswa saat berada di bangu perguruan tinggi itu sendiri.
Sumber daya manusia adalah kemampuan yang mencakup pengetahuan melalui pendidikan, keterampilan, kesehatan dan karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Paparnya
Selain itu dalam paparannya mengatakan Sumber daya manusia menjadi kunci kemajuan daerah terkhususnya Sabu Raijua sperti:
1. Mengelola potensi daerah secara optimal, dimana sebuah daerah yang memiliki potensi yang baik seperti di Sabu Raijua dengan berbagai sumber daya yang ada seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
2. Meningkatkan produktivitas secara efisien
Untuk mencapai SDM pendidikan menjadi prioritas utama karena dengan adanya pendidikan menyentuh skill, pengetahuan berpikir kritis dan sikap dalam menghadapi masalah yang terjadi.
3. Mendorong inovasi dan kreativitas dari setiap individu, Jika sebuah daerah ingin maju maka perbaiki mulai dari pendidikannya, agar masyarakatnya memiliki sumber daya yang baik, dan ide serta inovasi baru dari anak-anak muda. Sumber daya manusia yang baik mampu menciptakan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan memanfaatkan peluang yang ada di kabupaten sabu raijua.
4. Mengurangi kemiskinan, pengangguran dan memperkuat daya saing di daerah. Dengan diperbaikinya dari sektor Pendidikan, dapat mengurangi angka kemiskinan jika membuka peluang kerja dan usaha di daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan Masyarakat itu sendiri.
Faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang ada di sabu raijua?
Faktor yang mempengaruhi kualitas SDM itu adalah faktor internal dan eksternal faktor internal dia mempengaruhi motivasi belajar dari setiap individu, disiplin, serta kemauan untuk mengembangkan diri, dimana anak muda sekarang ini lebih memilih bersenang-senang dengan dunia yang penuh ketidakpastian ketimbang mengisi otaknya dengan berbagai ilmu pengetahuan, seperti berdiskusi dan belajar dari berbagai segi ilmu pengetahuan. Faktor eksternal mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan, dukungan pemerintah dan akses teknologi.
Kenapa hal ini mempengaruhi SDM? karena semua sektor ini jika tidak diperhatikan maka SDM tidak akan berkualitas.
Dan ini menjadi Tantangan pengembangan SDM di Sabu Raijua yang meliputi, keterbatasan pendidikan yang berkualitas, rendahnya minat baca dan literasi dari anak-anak atau anak muda sendiri sebagai generasi penerus yang akan datang, kurangnya pelatihan keterampilan, migrasi tenaga yang produktif sperti anak muda mereka lebih memilih merantau daripada bekerja di daerahnya, itu karena lapangan kerja yang belum memadai, kenapa ini semua terjadi karena faktor ini yang belum ada jalan dan titik temu sehingga ini masih manjadi perhatian yang serius dari semua pihak.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM harus mulai dari, sektor Pendidikan dimana dengan dukungan dari pemerintah memberikan akses bantuan pendidikan atau beasiswa studi lanjut terhadap anak-anak yang mau melanjutkan studi S1,S2, bahkan sampai S3 dari berbagai latar belakang pendidikan yang ada. Selain itu keterampilan, Kesehatan, dan karakter yang menjadi prioritas utama agar daerah dapat berkembang dan bersaing di era yang penuh ketidakpastian serta kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini. “Daerah yang maju bukan hanya daerah yang kaya akan sumber daya alamnya, tetapi daerah yang kaya dan memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola kekayaan alam tersebut dengan baik”.
Selain itu, Starategi dan kunci memajukan SDM di daerah khususnya di sabu raijua harus di dasarkan dari Pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis potensi, artinya menyelaraskan kurikulum dengan keunggulan daerah, seperti pariwisata, budaya, pertanian, perikanan dan lainya sebagainya. Pungkas Yohanis dalam paparan materi tersebut.
Sementara pemateri dua, Dominggus Dara sebagai Ketua PERMASA dalam paparannya mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sabu Raijua dipandang sebagai tantangan sekaligus prioritas utama pembangunan di daerah Sabu Raijua. Sabu Raijua sedang menghadapi kendala mendasar terkait rendahnya kualitas SDM yang sangat dipengaruhi oleh tingginya angka kemiskinan dan keterbatasan akses. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dan pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah maupun semua pihak terkait harus berkolaborasi untuk kemajuan daerah. Selain itu ketua PERMASA menyampaikan beberapa hal penting yang sedang di hadapi oleh masyarakat sabu Raijua saat ini dalam beberapa bidang yaitu pendidikan, bidang pertanian, dan pariwisata
1 . Dalam bidang pendidikan kami dari PERMASA Kupang meminta pemerintah sabu Raijua untuk memberikan beasiswa bagi anak anak sabu yang ingin melanjutkan studinya di perguruan tinggi kenapa kami menyampaikan hal ini karena kami melihat realita di Sabu banyak keluarga kurang mampu di Sabu dan kebanyakan dari mereka tidak bisa melanjutkan studinya dan memilih merantau keluar daerah. Saya sangat perihatin dengan keadaan pendidikan yang tidak di perhatikan oleh pemerintah Sabu Raijua dengan maksimal tidak cuman itu saja yang harus di perhatikan tapi juga yang sudah melanjutkan studinya di Kupang mereka membutuhkan tempat tinggal selama mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi bagaimana cara pemerintah meringankan beban orang tua dari mahasiswa asal sabu dengan membangun asrama bagi mahasiswa asal Sabu karena saya melihat dan mendengar bahwa dari daerah lain mempunyai asrama lalu kenapa mahasiswa Sabu tidak mempunyai
2. Kami menilai tata kelola pariwisata di sabu belum maksimal dan menduga cenderung menghamburkan uang daerah kenapa kami menduga begitu karena kita lihat beberapa tahun lalu festival budaya di Sabu Raijua di laksanakan di kantor bupati yang menjadi tanda tanya apakah promosi festival budaya atau promosi festival kantor bupati? Itu saja sudah tidak sesuai dengan tujuan awal dari kegiatan festival itu sendiri
Yang kami Tahu tujuan diadakannya festival itu untuk meningkatkan PAD sabu dengan menampilkan tarian adat seperti pedoa, ledo, promosi pakaian adat sabu seperti sarung,kain supaya menarik wisatawan asing untuk datang kepulauan Sabu
Saran saya kepada pemerintah sabu Raijua dalam bidang pariwisata untuk menyebarkan brosur kegiatan festival sebelum kegiatan di laksanakan dan harus punya transportasi khusus untuk wisata
3. Dalam bidang pertanian sesuai apa yang di sampaikan oleh Prabowo Subianto kita harus swasembada pangan dan pertanian berkelanjutan
Apa kah di sabu sudah ada tindakan nyata dari pemerintah sabu Raijua untuk menindaklanjuti arahan presiden saya melihat sampai saat ini belum ada gerek cepat dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pertanian seperti memberikan traktor, pupuk mesin pompa air dan lain-lain. Padahal sabu Raijua punya potensi dalam bidang pertanian contoh di di kecamatan sabu barat kita lihat air di sana sangat banyak tapi tidak di manfaatkan secara baik
Minimal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sabu Raijua. Harga satu karung beras saat ini kisaran Rp 500-800 sangat menindas masyarakat kecil sekali lagi saya menegaskan untuk jangan tinggal diam melihat persoalan yang mencekik proletar
3. Bidang kesehatan
Kita punya problem dalam bidang kesehatan Dua problem yang saya mau sorot adalah Nakes dan fasilitas rumah sakit di Sabu Raijua kita kekurangan tenaga medis dan yang kedua kita kekurangan fasilitas rumah sakit
Dokter kandungan di Sabu sangat minim dan bahkan tidak ada klau soal fasilitas di sabu pernah ada salah satu orang dari Mesara jatuh dari tempat tidur ketika sementara di rawat, ini kan sesuatu hal yang tidak boleh di biarkan begitu saja sedangkan mereka di gaji dari hasil pajak. Paparnya dalam materi tersebut
Rekomendasi dan Masukan dari Pandangan PERMASA - Kupang terkait dengan sumber daya manusia yang menjadi kunci kemajuan daerah.
Dari hasil diskusi PERMASA-Kupang Mendorong mahasiswa, masyarakat dan pemerintah serta semua pihak yang terkait untuk saling berkolaborasi untuk kemajuan daerah kabupaten sabu raijua tercinta sebagai aset masa depan generasi berikutnya. Solusi dari semua ini PERMASA mendorong upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM yang unggul, dari sektor:
1. Meningkatkan Pendidikan.
PERMASA melihat bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam kemajuan sebuah daerah khususnya kabupaten sabu raijua, karena PERMASA melihat hal ini pemerintah belum membuka akses yang luas seperti layanan bantuan beasiswa S1-S2 bahkan S3 dari pemerintah untuk siswa/siswi yang berprestasi, faktor ekonomi keluarga yang tidak mampu, Beasiswa unggulan dan sebagainya yang bersumber dari anggaran APBD atau lainya yang bisa menjangkau hal ini. Sebenarnya hal ini harus menjadi perhatian untuk kemajuan daerah dilihat dari pendidikannya. PERMASA membandingkan kabupaten lainya seperti Rote Ndao, kabupaten Sumba sumba barat daya dengan menyiapkan anggaran untuk mendukung sektor pendidikan sebesar RP.4,08 miliar, mereka sama dengan kabupaten kita sabu raijua kenapa hal ini sabu raijua tidak bisa membiayai dan mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan apa yang menjadi masalah serius sehingga ini belum terselesaikan dengan baik. Dalam hal ini PERMASA mendorong dan siap bersama dengan pemerintah mencari solusi dari persoalan ini dan kami siap berdiskusi dengan pemerintah bila mana diminta pandanganya terkait hal ini.
2. Inovasi baru dan pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat
PERMASA berpandangan bahwa inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa maupun anak muda atau masyarakat harus di dorong oleh pemerintah dalam hal ini pemberian modal, pelatihan dan sebagainya.
3. Inovasi di bidang pertanian.
PERMASA melihat bidang ini sangat potensi di kabupaten sabu raijua karena sabu raijua memiliki potensi alam yang sangat baik, kenapa PERMASA berpandangan seperti ini contoh saja negara israel mereka mampu mengubah padang gurun menjadi hijau dan penghasil pertanian yang lebih produktif dengan pengembangan irigasi tetes, namun mengapa kita di sabu raijua tidak bisa melakukan hal yang sama seperti itu.?
Dilihat dari segi penghasil sarjana pertanian cukup banyak dan berpengalaman ada yang sudah pulang dari israel dengan membawa pengalaman di bidang pertanian kenapa pemerintah tidak memfasilitasi mereka dalam pengembangan teknologi seperti disana, PERMASA melihat jika pemerintah membuka kerja sama dengan semua sektor maka sumber daya manusia akan meningkat. Tentu kami PERMASA menilai di sabu raijua air bersih masih menjadi masalah yang serius, masyarakat mau berusaha menanam air tidak cukup, tetapi jika kembangkan irigasi tetes maka menurut kami bisa teratasi dengan baik dan efisien.
4. Meningkatkan layanan kesehatan.
Layanan kesehatan menjadi masalah yang harus dilihat oleh pemerintah, terkait dengan fasilitas yang ada di setiap rumah sakit, atau postur yang ada. PERMASA melihat di sabu raijua hanya ada rumah sakit di menia yang fasilitasnya masih di anggap memadai, tapi di tempat lainya sangat prihatinkan, masyarakat mau cek kesehatan saja masih pakai rujukan, operasi masih pakai rujukan dan lin sebagainya kerena fasilitas kesehatan belum memadai. Oleh karena itu PERMASA mendorong dan mendukung pemerintah agar terus memperhatikan sektor ini agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, atau hal yang tidak baik terjadi di masyarakat.
5. Mendukung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)
Dari hal ini, PERMASA mendorong semua pihak terkait agar saling bekerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung UMKM di sabu raijua. Yang artinya jika dari pertanian sudah sukses maka di sektor ini juga dapat berhasil karena dari hasil pertanian dapat meningkatkan UMKM yang ada di sabu raijua. Di sisi lain pemerintah harus mendukung bagi masyarakat yang mau berusaha di dukung dengan modal yang cukup dan jika sudah diberikan harus dipastikan bahwa apakah itu tepat sasaran atau sudah beroperasi dan itu harus ada pengawasan yang lebih berkelanjutan dan efisien dari pemerintah sendiri.
6. Membangun jaringan dan kerja sama di semua sektor, hal ini PERMASA memandang pemerintah harus melakukan kerja sama yang baik dari semua sektor yang ada, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata dam sektor lainya untuk mendukung dan mendorong sumber daya dari masyarakat itu sendiri. Di sektor pendidikan pemerintah harus menjalin kerja sama dalam hal ini terkait dinas terkait, kementrian terkait, dengan bantuan beasiswa atau pembukaan kampus maupun program studi yang baru di sabu raijua agar dapat terjangkau bagi anak-anak yang mau berkuliah, ketika hal ini di sabu raijua ada maka mahasiswa sabu raijua tidak lagi jauh kuliah ke luar daerah karena sudah ada instansi atau kampus yang memadai. Di sektor pertanian pemerintah harus kerja sama dengan berbagai kepala daerah untuk impor atau ekspor hasil pertanian dan tepat sasaran di pasar yang membutuhkan hasil pertanian untuk mendukung ekonomi atau sumber daya manusia di Sabu Raijua.
Di sektor pariwisata juga demikian, bukan hanya bagun tempat wisatanya saja tetapi bagaimana menarik investor dari dalam dan luar untuk ada di sabu raijua dalam hal ini untuk mendukung di sektor pariwisata. Artinya bahwa bukan hanya bagun tempat wisatanya saja tapi dibangun dan diperhatikan juga terkait dengan fasilitas atau tempat tinggal, jalan menuju tempat wisata, produk yang menarik perhatian wisatawan dengan produk lokal dan lain sebagainya yang melihat potensi pangan dan lokal di daerah Sabu Raijua.
Selain itu, PERMASA - Kupang juga menyoroti perkembangan pembangunan desa dari anggaran dana desa,
PERMASA melihat bahwa dana desa hampir sebagian di seluruh plosok sbu raijua dana desa belum dikelola dengan baik dan tepat sasaran. PERMASA melihat dana desa ada tapi tidak difungsikan dengan baik, pembanguan tidak menjadi prioritas yang utama untuk kesejahteraan masyarakat. PERMASA berandai bahwa kepala desa dan seluruh jajarannya hanya memakan gaji buta tanpa melihat permasalahan yang ada di dalam desanya, hanya ingin menjabat tapi tidak mau bekerja untuk kesejahteraan masyarakat. selain itu PERMASA berpandangan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) harus di audit di semua desa karena BUMDES-nya ada tapi pelaksanaan tidak berjalan sesuai harapan. Sistem pengelolan juga amburadul, seperti Oto BUMDES ada tapi tidak dikelola dengan baik, siapa yang operasi mobil tersebut dia yang kelola uang dan pemasukan tidak ada transparansi dari anggaran dan pemasukan dari BUMDES ini, hal ini PERMASA memandang perlu harus di audit secara keseluruhan agar tau permasalahannya dan dapat di diskusikan solusinya. Jika hal ini dikelola dengan baik oleh pemerintah desa maka sumber daya manusia dapat teratasi, tapi semua tidak sesuai dengan harapan dari kami PERMASA maupun masyarakat.
Oleh karena itu PERMASA - Kupang mendorong dan mendukung semua pihak dan pemerintah untuk memperhatikan poin-poin yang disampaikan melalui hasil diskusi. Kami berharap pandangan ini manjadi kunci dan penanganan untuk kita semua dalam memajukan sabu raijua kedepannya.
Red/AH
