Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Professor National University of Singapore Kunjungi Rumah belajar dan Sanggar Binaan GPS di Sabu Raijua

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T06:15:44Z
Profesor dan 4 mahasiswa dari National University of Singapore bersama Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS)
Raijua| Detik Sarai — Nusa Tenggara Timur — Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Profesor dan empat mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) melaksanakan kunjungan lapangan ke Pulau Raijua sebagai bagian dari program Impact Experience Project (IEx) yang diselenggarakan oleh NUS College.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bersama Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS). (Sabtu, 02/05/26)


Dalam kunjungan tersebut, rombongan mengunjungi dua Rumah Inspirasi binaan GPS di Pulau Raijua, yakni Rumah Inspirasi Tunas Baru serta Taman Baca Tabah Turangga dan Sanggar Seni Tari dan Musik Niki Deo. Seluruh lokasi ini merupakan bagian dari program binaan Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS) yang berfokus pada pendidikan, literasi, serta pengembangan seni dan budaya lokal.


Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa bersama profesor pendamping berinteraksi langsung dengan pengelola serta peserta program. Mereka mempelajari berbagai inisiatif yang telah dijalankan GPS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, literasi, dan pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa internasional dengan komunitas setempat.


Keberadaan Rumah Inspirasi dan taman baca memberikan manfaat signifikan bagi generasi muda Sabu Raijua, khususnya dalam meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mengembangkan keterampilan dasar seperti komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Sementara itu, sanggar seni menjadi ruang penting bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan bakat di bidang seni tari dan musik, sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang.


Ketua Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS) Jefrison Hatianto Fernando menyampaikan harapannya agar ke depan National University of Singapore (NUS) dapat terus menjalin kerja sama dengan GPS dalam mengembangkan berbagai program di bidang pendidikan dan kebudayaan di Sabu Raijua. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Profesor Yueh Siang Chang beserta tim mahasiswa NUS atas kolaborasi yang telah terjalin.


Sebagai organisasi lokal, Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS) berperan aktif dalam menginisiasi dan mengelola berbagai program pemberdayaan masyarakat. GPS tidak hanya menyediakan sarana belajar, tetapi juga melakukan pendampingan berkelanjutan, menggerakkan relawan, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan internasional.


Melalui program Impact Experience Project, mahasiswa NUS diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman lapangan, serta berkontribusi secara nyata dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tingkat komunitas, termasuk di wilayah Sabu Raijua.


Red/AH