Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Ikif Fatuleu Soroti Oknum Dosen IAKN Melontarkan Kata Tak Pantas, Berisanksi Tegas

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T12:08:02Z
Marsel nomeni, Ketua Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu
Kupang | Detik Sarai —  Marsel nomeni, Ketua Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (Ikif), menyoroti polemik Oknum Dosen melontarkan kata-kata tidak pantas kepada mahasiswa saat proses perkuliahan berlangsung daring.


Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang merupakan salah satu kampus Institut Agama Kristen di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, kejadian tersebut terjadi saat proses perkuliahan berlangsung daring,


Marsel nomeni, Ketum Ikif Fatuleu menegaskan bahwa jangan menganggap sepeleh dan sekedar permintaan maaf semata,


"Jangan dianggap sepeleh dan tidak harus diselesaikan dengan sekedar permintaan maaf, tetapi harus ditindak lanjuti oleh pihak kampus sesuai aturan serius yang berlak." Katanya


Polemik oknum dosen tersebut, melontarkan hal yang tak pantas terhadap mahasiswa IAKN Kupang sebagaimana dalam vidio beredar melontarkan kata-kata yang merendahkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen.


"kita sebagai manusia yang lahir dalam keadaan yang sepadan dan melekat kepada kehormatan tuhan yang maha kuasa sebenarnya kehormatan itu jangan hanya sekedar dijadikan ruang untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan, tetapi mestinya harus menjadi ruang pertumbuhan bagi martabat kita sebagai manusia dan insan mahasiswa." Ujar Marsel


Penggunaan kata-kata yang tidak pantas seperti dalam video tersebut apalagi dalam ruang akademik tidak dapat dibenarkan dalam hal apapun, seperti itu dapat menurunkan tingkat kesenangan mahasiswa apalagi bertentangan dengan nilai-nilai dan norma pendidikan.


Hal ini mencerminkan bahwa, sebagai pendidik harus menjaga tanggung jawab dan moral yang hari ini dipercayakan oleh negara sehingga pendidik harus menjadi teladan bagi mahasiswa." Tegas Ketua Ikif


Polemik ini jangan hanya dianggap remeh tetapi harus diperhatikan ketat oleh pihak kampus sehingga tak terjadi lagi diwaktu yang akan datang." Tuturnya


Harapan saya, civitas akademik tak hanya mengeluarkan stegmen permintaan maaf di sosial media, tetapi harus mengambil langkah tegas terkait dengan polemik ini agar mahasiwa tetp nyaman dalam mengikuti proses perkuliahan sesuai dengan mekanisme yang ada." Harap Ketua Ikif


Red/AH