Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aksi Bersih Pantai Sulamanda: Mahasiswa Prodi Agroteknologi Faperta- Undana Dorong Wisata Berkelanjutan

Kamis, 28 Mei 2026 | Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T06:25:07Z
Mahasiswa Faperta Undana, Aksi Bersih Pantai Sulamanda: Wujudkan Wisata Berkelanjutan
Kupang | Detik Sarai — Semangat menjaga lingkungan ditunjukkan puluhan mahasiswa Kelas Agroteknologi 3 Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) melalui aksi bersih pantai di Pantai Sulamanda, Kupang, Sabtu, 23/05/2026 yang lalu. 


Kegiatan bertajuk  “Aksi Bersih Pantai Sulamanda: Wujudkan Wisata Berkelanjutan”_ ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Budaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata.


Sejak pukul 07.00 WITA, mahasiswa menyisir area pantai untuk mengumpulkan sampah plastik, botol, kemasan makanan, dan limbah lain yang mencemari pesisir. Tak hanya bersih-bersih, mereka juga memberikan edukasi singkat kepada pengunjung tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga ekosistem laut.


Ketua pelaksana kegiatan, Klaudius B. Duan, mengatakan aksi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dan wisatawan terhadap kelestarian pantai.


“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung menjaga lingkungan. Pantai Sulamanda punya potensi wisata besar. Kalau lingkungannya bersih, wisatawan nyaman, ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujar Klaudius di sela kegiatan.


Mahasiswa Faperta Undana, Gelar Aksi Bersih Pantai di Pantai Sulamanda
Apresiasi datang dari dosen pendamping mata kuliah, Agustina Etin Nahas, SP., M.Si., yang turut hadir mendampingi mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan materi perkuliahan yang menekankan keterkaitan antara pengelolaan lahan kering, budaya lokal, dan pariwisata berkelanjutan di wilayah kepulauan.


“Pariwisata tidak akan berkelanjutan jika lingkungan rusak. Melalui aksi ini, mahasiswa belajar langsung bagaimana mengelola sumber daya pesisir dengan bertanggung jawab dan berbasis kearifan lokal,” jelas Agustina.


Dalam waktu sekitar dua jam, panitia berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah. Seluruh sampah kemudian diserahkan kepada petugas kebersihan setempat untuk ditangani lebih lanjut. Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan mengenai tantangan pengelolaan sampah di kawasan wisata pesisir serta sesi foto bersama.


Mahasiswa berharap aksi ini menjadi pemicu bagi komunitas, pelajar, dan masyarakat umum di Kupang untuk rutin menggelar kegiatan serupa. Mereka juga mengajak setiap pengunjung Pantai Sulamanda untuk membawa pulang sampah masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama.


Red/AH