![]() |
| Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua gelar pelatihan menulis cerita rakyat |
Sabu Raijua | Detik Sarai — Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS) menggelar pelatihan menulis cerita rakyat sebagai upaya memperkuat literasi budaya sekaligus melestarikan warisan tradisi tutur masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Aula penginapan Komang, Menia Sabu Raijua.
Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang GPS dalam mendokumentasikan kekayaan cerita rakyat yang selama ini diwariskan secara lisan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Ketua GPS, Jefrison Harianto Fernando, menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata seperti tulisan dan dokumentasi.
“Kita memiliki banyak cerita rakyat yang luar biasa, tetapi sebagian besar masih dalam bentuk budaya tutur. Melalui kegiatan ini, kami mendorong generasi muda untuk menuliskannya agar tidak hilang dan dapat diwariskan secara berkelanjutan,” ujar Ketua GPS yg akrab di sapa Nando
Selain pelatihan menulis, peserta juga akan mengikuti pelatihan seni pertunjukan seperti teater, serta terlibat dalam festival seni dan literasi budaya yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Festival tersebut akan menampilkan karya peserta dalam berbagai bentuk, mulai dari pertunjukan teater, monolog, puisi, hingga pameran cerita rakyat. Pada hari pertama, kegiatan akan difokuskan pada pementasan teater berbasis cerita rakyat lokal, sementara hari kedua akan diisi dengan pameran karya tulis dan pertunjukan tutur cerita.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pemerintah melalui skema pendanaan kebudayaan, termasuk Dana Indonesiana. Perwakilan Dinas Pariwisata, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sabu Raijua, Lady Yumike Buly, S.IKOM, pihaknya mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Cerita rakyat bukan hanya hiburan, tetapi mengandung nilai moral, sejarah, dan kearifan lokal yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup,” Ujar Lady
Selain meningkatkan kemampuan literasi, peserta juga akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk penghargaan yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk pengajuan beasiswa dan kegiatan akademik lainnya.
GPS juga menegaskan bahwa keterampilan menulis memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh generasi muda, tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai profesi yang produktif di era digital.
Di tengah arus digitalisasi yang semakin kuat, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap budaya lokal yang mulai terpinggirkan oleh budaya populer global.
Ke depan, GPS berharap karya-karya peserta dapat menjadi koleksi perpustakaan daerah sekaligus referensi penting dalam pengembangan literasi budaya lokal di Sabu Raijua dan sekitarnya.
Red/AH
