Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ramah Lingkungan, Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Daun Pepaya di Desa Oelpuah

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T05:47:34Z
 Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Daun Pepaya
Kupang| Detik Sarai — Dalam upaya menekan penggunaan bahan kimia dan meningkatkan kemandirian petani, Kelompok Tani Usapikuinsinu di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pembuatan POC Daun Pepaya Ramah Lingkungan sebagai Alternatif Pestisida Nabati”,Jumat (8/5),


Kegiatan ini bertujuan mengedukasi para petani tentang pemanfaatan bahan alami lokal untuk menciptakan Pupuk Organik Cair (POC) yang sekaligus berfungsi sebagai pestisida nabati. Langkah ini dipandang strategis untuk menjaga kualitas tanah dan kesehatan masyarakat dari residu pestisida kimia yang berbahaya.


Manfaat Enzim Papain Sebagai Pengusir Hama


Pendamping kegiatan, Agustina Etin Nahas, SP., M.Si, menjelaskan bahwa pemilihan daun pepaya didasarkan pada kandungan enzim papain yang sangat efektif sebagai pengusir ulat dan kutu daun.


“Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya belajar teknis pembuatan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Pestisida nabati adalah solusi yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan karena bahannya tersedia melimpah di sekitar kita,” ujar Agustina.


Proses Pembuatan yang Sederhana dan Ekonomis


Proses Pembuatan POC Daun Pepaya


Dalam sesi praktik, para petani diajarkan mengolah bahan-bahan sederhana menjadi produk bernilai tinggi. Bahan yang digunakan meliputi:


Bahan Utama: Daun pepaya tua (1 kg), kunyit (0,5 kg), sereh (0,5 kg), serta kulit bawang merah dan putih (0,5 kg).


Aktivator & Nutrisi: Gula merah/molase, EM4 pertanian, dan air cucian beras.


Perekat: Sedikit deterjen untuk membantu cairan menempel pada tanaman.


Cara Kerja Pembuatan POC Daun Pepaya:


1. Bahan organik dirajang halus dan dicampur dengan larutan gula serta EM4 dalam wadah tertutup.


2. Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari di tempat teduh.


3. Petani diwajibkan membuka tutup wadah setiap dua hari sekali untuk membuang gas hasil fermentasi guna mencegah ledakan tekanan udara.


4. Hasil akhir yang sukses ditandai dengan aroma khas menyerupai tape.


Cara Penggunaan di Kebun


Produk ini memiliki dua fungsi utama 

Sebagai Pestisida: 

Campurkan 1 gelas POC dengan 14 liter air (1 tangki), semprotkan pada daun di sore hari seminggu sekali.


Sebagai Pupuk (Kocor):


Campurkan 1 gelas POC dengan 10 liter air, siramkan ke area perakaran setiap dua minggu sekali.


Ketua Kelompok Tani Usapikuinsinu, Ferdinan Mau menyambut antusias inovasi ini. Menurutnya, ilmu baru ini sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi yang selama ini terbebani oleh harga pestisida kimia yang mahal.


“Kami berharap anggota kelompok dapat menerapkan ilmu ini secara mandiri. Selain hemat biaya, hasil panen kami nantinya tentu akan lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkap Ferdinan.


Melalui kegiatan PKM ini, Desa Oelpuah diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang dalam mengembangkan praktik pertanian organik berbasis sumber daya lokal menuju pertanian yang berkelanjutan.


Red/AH