![]() |
| Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Daun Pepaya |
![]() |
| Proses Pembuatan POC Daun Pepaya |
Dalam sesi praktik, para petani diajarkan mengolah bahan-bahan sederhana menjadi produk bernilai tinggi. Bahan yang digunakan meliputi:
Bahan Utama: Daun pepaya tua (1 kg), kunyit (0,5 kg), sereh (0,5 kg), serta kulit bawang merah dan putih (0,5 kg).
Aktivator & Nutrisi: Gula merah/molase, EM4 pertanian, dan air cucian beras.
Perekat: Sedikit deterjen untuk membantu cairan menempel pada tanaman.
Cara Kerja Pembuatan POC Daun Pepaya:
1. Bahan organik dirajang halus dan dicampur dengan larutan gula serta EM4 dalam wadah tertutup.
2. Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari di tempat teduh.
3. Petani diwajibkan membuka tutup wadah setiap dua hari sekali untuk membuang gas hasil fermentasi guna mencegah ledakan tekanan udara.
4. Hasil akhir yang sukses ditandai dengan aroma khas menyerupai tape.
Cara Penggunaan di Kebun
Produk ini memiliki dua fungsi utama
Sebagai Pestisida:
Campurkan 1 gelas POC dengan 14 liter air (1 tangki), semprotkan pada daun di sore hari seminggu sekali.
Sebagai Pupuk (Kocor):
Campurkan 1 gelas POC dengan 10 liter air, siramkan ke area perakaran setiap dua minggu sekali.
Ketua Kelompok Tani Usapikuinsinu, Ferdinan Mau menyambut antusias inovasi ini. Menurutnya, ilmu baru ini sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi yang selama ini terbebani oleh harga pestisida kimia yang mahal.
“Kami berharap anggota kelompok dapat menerapkan ilmu ini secara mandiri. Selain hemat biaya, hasil panen kami nantinya tentu akan lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkap Ferdinan.
Melalui kegiatan PKM ini, Desa Oelpuah diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang dalam mengembangkan praktik pertanian organik berbasis sumber daya lokal menuju pertanian yang berkelanjutan.
Red/AH

