![]() |
| Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus |
Kupang | Detik Sarai — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang, Yosep Lede dan Wali Kota Kupang dr. Cristian Widodo, atas komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila yang terbengkalai selama beberapa tahun.
Komitmen tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa, khususnya dari bumi Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki keterkaitan historis kuat dengan lahirnya gagasan Pancasila yang di gagas Bung Karno selama masa pengasingan di Ende.
GMNI Kupang memandang Monumen Flobamora Rumah Pancasila bukan sekadar bangunan fisik saja, melainkan ruang Ideologis dan simbol perjuangan Nilai-nilai Kebangsaan, Keadilan Sosial, dan Kemanusiaan. Karena itu, melanjutkan pembangunan monumen ini merupakan keputusan strategis yang patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus mengatakan bahwa, pembangunan monumen tersebut harus diarahkan tidak hanya pada aspek Estetika dan Pariwisata saja tetapi juga sebagai pusat edukasi Ideologi Pancasila yang hidup dan membumi Flobamora.
“Selain sebagai sebuah simbol lahirnya Pancasila. Monumen ini merupakan aikon yang mempertegas bahwa dari rahim pulau Ende - NTT butir-butir Pancasila tersebut digali oleh Bung Karno selama masa pengasingan di Ende." Katanya
GMNI Kupang berharap monumen ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat NTT, sebagai simbol dan ruang belajar tentang nilai-nilai pancasila.
Red/AH
